Minggu, 06 September 2015

Materi Dan Perubahan Materi

MATERI DAN PERUBAHAN MATERI

Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa, volume, dan menempati ruang, yang terdapat dalam alam semesta. Materi biasanya disebut sebagai benda atau zat. Setiap zat memiiki sifat tertentu yaitu, ciri-ciri yang yang dapat diamati oloeh pancaindra serta perubahan yang dapat dialami, misalnya wujud, warna, rasa, bentuk, dan sebagainya.

I. MATERI

Materi merupaan sesuatu yang memiliki masa dan volume serta menempati ruang, benda-benda di sekitar kita misalnya meja, mobil, buku, air dan udara juga merupakan materi selain menempati ruang juga mempunyai masa. Banyak cara untuk mengetahui apakah sesuatu itu termasuk materi atau bukan misalnya, untuk menunjukan udara menempati ruang ditunjukan oleh balon udara yang mengembang bila ditiup. Cahaya dan sinar bukan merupakan materi sebab tidak menempatii ruang.

Materi atau zat di klasifikasikan menjadi 2 kelompok :

1. Zat Tunggal (murni)

Zat tungal (murni terdiri dari :


  • Unsur


Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi komponen yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.

Contohnya : Besi (Fe) Perak


dibawah ini adalah contoh unsur yang tersusun dalam SPU
 

  • Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terbentuk dari dua atau lebih unsur melalui. Dengan cara-cara tertentu. Senyawa dapat diuraikan menjadi zat yeng lebih sederhana dan bahkan bisa menjadi unsur-unsur pembentukan. Misalnya gula merupakan senyawa yang terdiri dari unsur karbon, unsur hidrogen dan unsur oksigen, jika gula kadar akan terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana yaitu karbon oksida dan uap air. Contoh lain (air, asam cuka dan lain-lain)

KEADAAN MATERI (ZAT)

Zat yang kita kenal pada umumnya berada dalam 3 wujud yaitu, gas (g), cair (l), dan padat (s). Ketiga wujud terdebut biasanya dipengaruhi oleh tekanan dan suhu. Perubahan suhu dan tekanan dapat menimbulkan perubahan wujud pada zat.

JENIS
BENTUK
VOLUME
PENGARUH TEKANAN
GAS
Mengikuti ruangan
Sesuai volume ruang
Besar
CAIR
Tanpa bentuk spesifik
Tertentu
Kecil
PADAT
Tertentu
Tertentu
Nol


                                   

KLASIFIKASI ZAT (MATERI)

JENIS
KETERANGAN
Campuran Kasar
Campuran sembarang zat, sifatnya tak tentu, zat yang bercampur dapat dibedakan secara visual
Koloid
Sifatnya merupakan peralihan dari campuran kasar dengan larutan
Larutan
Campuran homogen zat terlarut dalam pelarutnya. Sifatnya seragam tetapi komposisinya dapat bervariasi
Senyawa
Hasil reaksi unsur dengan unsur lainnya, komposisinya tetap, homogeny hanya dapat diurai dengan reaksi kimia
Unsur
Zat yang tidak dapat diurai lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Baik dengan perubahan fisika maupun dengan perubahan kimia


PEMISAHAN CAMPURAN
Komponen- komponen penyusunan campuran dapat saling dipisahkan dengan memanfaatkan perbedaan sifat fisiknya. Misalnya, kita dapat  memisahkan sari bunga yang dapat menguap (parfum) dengan penyulingan atau destilasi. Beberapa cara pemisahan campuran dirangkum dalam tabel berikut :

No
Cara Pemisahan
Dasar Pemisahan
Contoh
1
Filtrasi (Penyaringan)
Perbedaan ukuran partikel
Memisahkan air dengan tanah
2
Destilasi (Penyulingan)
Perbedaan titik didih
Memisahkan alkohol, parfum.
3
Kromatografi
Perbedaan laju migrasi (berpindah)
Pemisahan komponen warna pada tinta
4
Kristalisasi
Kemampuan mengristal
Membuat garam, gula, dsb.
5
Ekstraksi
Perbedaan kelarutan
Memisahkan klorofil dari daun
6
Magnet
Kemudahan ditarik magnet
Campuran besi dan belerang
7
Sublimasi
Kemudahan menyublim
Pemisahan campuran iodin dan tanah




Note :
* Sifat ekstensif : Sifat zat yang dipengaruhi oleh jumlah zat seperti, volume, massa, berat, panas reaksi, dan sebagainya.


* Sifat intensif : Sifat zat yang dipengaruhi oleh jumlah zat seperti, membeku, melebur, suhu, sublimasi, dan sebagainya.

* Perubahan fisika : Perubahan yang bersifat sementara, tidak terjadi zat baru

* Perubahan kimia : Perubahan yang sifatnya tetap, terjadi zat baru. Misal, korosi logam, pembusukan. Perubahan kimia (reaksi) biasanya dapat diamati dari gejala-gejala. Terjadi perubahan warna, gas, endapan, perubahan suhu, daya hantar listrik, dan sebagainya.


* Sifat fisika : Sifat zat yang dikaitkan dengan keadaan/perubahan fisiknya, misalnya, titik didih, titik lebur, massa jenis, warna, kekerasan, dan lain-lain.

* Sifat kimia : Sifat zat yang dikaitkan dengan perubahan/keadaan kimianya. Misal, kestabilan, mudah terbakar.